Breaking News! Dua Ibu Melahirkan di Tengah Pengungsian di Mamuju Saat Makanan Habis

 

INDOZONE.ID - Kondisi memprihatinkan saat terjadi gempa di Sulawesi Barat yang kini telah menewaskan 46 orang dan 15 ribu jiwa terdampak dan mengungsi.

Di antara para pengungsi yang saat ini tengah berjuang untuk menyelamatkan diri ada wanita yang bertaruh antara hidup dan mati.

Dua orang ibu melahirkan di tempat lokasi pengungsian di Lorong Daala sampai Sombopu Kelurahan Galung Utara Kecamatan Tapalang, Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu (16/1/2021).

"Iya benar ada dua orang ibu melahirkan di tempat pengungsian ini," kata Dhian Astika Wahab seperti yang dihubungi INDOZONE.

Menurut Dhian yang dibutuhkan saat ini di tempat pengungsian tersebut adalah tenaga medis, selimut bayi dan popok.

Kondisi bayi yang baru lahir di pengungsian di Mamuju. (Ist)
Kondisi bayi yang baru lahir di pengungsian di Mamuju. (Ist)


Dia mengatakan saat ini banyak korban luka-luka yang membutuhkan obat-obatan. Bahkan saat ini perlengkapan logistik di pengungsian sudah habis.

Kondisi ibu yang habis melahirkan di pengungsian. (Ist)
Kondisi korban gempa di Mamuju. (Ist)


"Korban luka-luka. Kami membutuhkan obat-obatan, alas untuk tidur dan makanan persediaan sudah habis," sebutnya.

Dhian menyebutkan siapapun termasuk petugas badan penanggulangan bencana daerah Kalimantan Barat bisa menghubungi nomor dirinya untuk melakukan komunikasi melalui: 081342748551.

Korban gempa di Mamuju di lokasi pengungsian. (Ist)
Korban gempa di Kec. Tapalang Mamuju di lokasi pengungsian. (Ist)


"Sangat mohon perhatian bantuannya," katanya.

Sementara itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Sulawesi Barat sebanyak 46 jiwa yang terdiri atas sembilan korban di Majene dan 37 korban jiwa di Mamuju.

Situasi pengungsian di Mamuju. (Ist)
Situasi pengungsian di Tapalang, Mamuju. (Ist)


Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Dr Raditya Jati, dalam taklimat media di Jakarta, Sabtu, mengatakan gempa yang terjadi pada Jumat (15/1) tersebut mengakibatkan sebanyak 15.000 jiwa terdampak dan mengungsi.

“Sebanyak 10 titik pengungsi di Majene dan lima titik pengungsi di Mamuju,” kata dia.

Gempa bumi dengan magnitudo 6,2 tersebut mengakibatkan 826 jiwa mengalami luka-luka yang terdiri dari Majene sebanyak 637 jiwa dan Mamuju sebanyak 189 jiwa.

Gempa tersebut mengakibatkan kerugian materil yakni satu unit kantor Danramil rusak, satu unit fasilitas kesehatan rusak, 415 rumah rusak, dan satu minimarket rusak di Kabupaten Majene.

Sementara di Kabupaten Mamuju mengakibat satu unit hotel rusak, satu minimarket rusak, satu unit kantor Gubernur Sulbar, dua unit fasilitas kesehatan, satu unit jembatan rusak, dan satu unit pelabuhan rusak.

Gempa tersebut juga mengakibatkan tiga titik jalan di Majene putus, jaringan listrik padam dan jaringan seluler putus. Saat ini, listrik dan jaringan seluler kembali pulih. Untuk jalan juga sudah bisa dilalui.

Dia menambahkan BNPB memberikan bantuan dana sebesar Rp4 miliar, delapan set tenda isolasi, 19 set tenda pengungsi, lima unit light tower, 2.004 makanan tambah gizi, 2.004 makanan siap saji, 500 paket baby kit, 500.000 masker kain, 200 unit velbed, 700 lembar selimut dan empat unit heli dikerahkan.

Saat ini, kebutuhan mendesak yang diperlukan yakni sembako, selimut dan tikar, tenda pengunsi, pelayanan medis, masker, alat komunikasi, terpal, alat eskavator, air dan sanitasi, protokol kesehatan belum diterapkan di pengungsian, dan APD untuk petugas.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Breaking News! Dua Ibu Melahirkan di Tengah Pengungsian di Mamuju Saat Makanan Habis"

Post a Comment